Pendidikan

Tanggung Jawab Pendidikan Iman


Yang dimaksud dengan pendidikan iman adalah, mengikat anak dengan dasar-dasar keimanan sejak ia mengerti, membiasakannya dengan rukun islam sejak ia memahami, dan mengajarkan kepadanya dasar-dasar syariat sejak usia tamyiz.


Yang dimaksud dengan dasar-dasar keimanan adalah, segala sesuatu yang ditetapkan melalui pemberitaan secara benar, berupa hakikat keimanan dan masalah ghaib, semisal beriman kepada Allah Swt., beriman  kepada malaikat, beriman kepada kitab-kitab samawi, beriman kepada semua rasul, beriman bahwa manusia akan ditanya oleh dua malaikat, beriman kepada siksa kubur, hari kebangkitan, hisab, surga, neraka dan seluruh perkara gaib lainnya.

Yang dimaksud dengan rukun islam adalah, setiap ibadah yang bersifat badani maupun materi, yaitu sholat, puasa, zakat dan haji bagi orang yang mampu melakukannya.
dan yang dimaksud dengan dasar-dasar syariat adalah. segala yang berhubungan densan sistem atau aturan Ilahi dan ajaran-ajaran Islam, berupa akidah, ibadah, akhlak, perundang-undangan, peraturan dan hukum.

Kewajiban pendidik adalah, menumbuhkan anak atas dasar pemahaman-pemahaman di atas, berupa dasar-dasar pendidikan iman dan ajaran Islam sejak masa pertumbuhannya. Sehingga anak akan terikat dengan Islam, baik akidah maupun ibadah, dan juga ia akan selalu berkomunikasi dengannya dalam hal penerapan metode maupun peraturan.

 

Setelah mendapat petunjuk dan pendidikan ini, ia hanya akan mengenal Islam sebagai agamanya, Al Qur`an sebagai imamnya dan Rasulullah Saw. sebagai pemimpin dan teladannya.

Pemahaman yang menyeluruh tentang pendidikan iman ini hendaklah didasarkan kepada wasiat-wasiat  Rasulullah Saw. dan petunjuknya di dalam menyampaikan dasar-dasar keimanan dan rukun-rukun islam pada anak. Berikut ini, penulis sajikan sebagian petunjuk dan wasiat Rasulullah Saw:

A. Membuka Kehidupan Anak dengan Kalimat Laa Illaaha Illallaah

Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dari Nabi Saw., bahwa beliau bersabda :
"Bacakanlah kepada anak-anak kamu kalimat pertama dengan LaIllaha Illallaah (Tiada Tuhan selain Allah)."

Rahasianya adalah, agar kalimat tauhid dan syiar masuk Islam itu menajdi yang pertama masuk ke dalam pendengaran anak, kalimat yang pertama diucapkan oleh lisannya dan lafal pertama yang difahami anak.

B. Mengenalkan Hukum-hukum Halal dan Haram kepada Anak Sejak Dini

Ibnu Jarir dan Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a bahwa ia berkata:
"Ajarkanlah merkea untuk taat kepada Allah dan Takut berbuat maksiat kepada Allah serta suruhlah anak-anak kamu untuk mentaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Karena hal itu akan memelihara mereka dan kamu dari api neraka."

Rahasianya adalah, agar ketika akan membukakan kedua matanya dan tumbuh besar, ia telah mengenal perintah-perintah Allah, sehingga ia bersegera untuk melaksanakannya, dan mengerti larangan-larangan-Nya, sehingga menjauhinya. Apabila anak sejak memasuki masa balig telah memahami hukum-hukum halal dan haram, di samping telah terikat dengan hukum-hukum syariat, maka untuk selanjutnya, ia tidak akan mengenal hukum dan undang-undang selain Islam.

C. Menyuruh Anak untuk Beribadah Ketika Telah Memasuki Usia Tujuh Tahun

Al-Hakim dan Abu Daud meriwayatkan dari Ibnu Amr bin AL-Ash r.a dari Rasulullah Saw. bahwa beliau bersabda:

"Perintahkan anak-anakmu menjalankan ibadah salat jika mereka sudah berusia tujuh tahun. Dan jika mereka sudah berusia sepuluh tahun, maka pukullah mereka jika tidak mau melaksanakannya dan pisahkanlah tempat tidur mereka."

Dari perintah salat ini, kita dapat menyamakan degnan puasa dan haji. Kita latih anak-anak untuk melakukan puasa jika merkea kuat, dan haji jika bapaknya mampu.

Rahasianya adalah, agar anak dapat mempelajari hukum-hukum ibadah ini sejak masa pertumbuhannya. Sehingga ketika anak tumbuh besar, ia telah terbiasa melakukan dan terdidik untuk menaati Allah, melaksanakan hak-Nya, bersyukur kepada-Nya, kembali kepada-Nya, berpegang teguh kepada-Nya, bersandar kepada-Nya dan berserah diri kepada-Nya. Di samping itu, anak akan mendapatkan kesucian rohani, kesehatan jasmani, kebaikan akhlak, perkataan dan perbuatan di dalam ibadah-ibadah ini.

D. Mendidik Anak untuk Mencintai Rasul, Keluarganya dan Membaca Al-qur`an

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ali r.a bahwa Nabi Saw bersabda:
"Didiklah anak-anak kamu pada tiga hal: mencintai Nabi kamu, mencintai keluarganya dan membaca Al-Qur`an. Sebab, orang-orang yang ahli Al-Qur`an itu berada dalam lindungan singgasana Allah pada hari taidak ada perlindungan selain darpada perlindungan-Nya beserta para Nabi-Nya dan orang-orang yang suci."

Berbicara tentang cinta kepada Nabi, perlu diajarkan pula kepada mereka peperangan Rasulullah Saw., perjalanan hidup para sahabat, kepribadian para pemimpin yang agung dan berbagai peperangan besar lainnya di dalam sejarah.

Rahasianya adalah agar anak-anak mampu meneladani perjalanan hidup orang-orang terdahulu, baik mengenai gerakan, kepahlawanan maupun jihad mereka; agar mereka juga memiliki keterkaitan sejarah, baik perasaan maupun kejayaannya; dan juga agar mereka terikat dengan Al-Qur`an baik semangat, metode maupun bacaannya.

Sumber: Pendidikan Anak dalam Islam Jilid I, Dr. Abdullah Nashih Ulwan, Pustaka Amani-Jakarta Cet-3, 2002

logo sjj  


Pengunjung

Hari ini37
Kemarin0
Minggu ini37
Bulan ini8877
All287203

Currently are 98 guests and no members online